Remas Stres Jadi Karya: 20 Menit yang Ubah Malam Gelisah Jadi Tidur Nyenyak

Bayangkan pulang kerja, otot leher kaku, pikiran berputar seperti mesin cuci. Alih-alih scroll HP sampai larut, ambil tanah liat seukuran telapak tangan. Remas, bentuk bola, tekan lagi. Tiga gerakan itu sudah cukup mengirim sinyal “aman” ke otak.

Penelitian dari Journal of the American Art Therapy Association (2023) menemukan bahwa gerakan tangan berulang selama 18 menit meningkatkan endorfin 35 % lebih cepat daripada mendengarkan musik. Napas otomatis melambat, jantung turun 5–8 denyut per menit—sama seperti meditasi mahal.

Panduan untuk pemula:

  • Beli tanah liat air-dry 500 gram (Rp25.000 di toko alat tulis).
  • Malam hari, letakkan di atas koran bekas.
  • Tutup mata, tarik napas dalam, lalu remas sambil menghembus.
  • Bentuk apa saja: mangkuk kecil, gajah mini, atau sekadar bola bertekstur.
  • Biarkan kering semalaman, besok jadi pengingat “aku bisa kendalikan hari ini”.

Pak Budi, driver ojek online di Jakarta, menyimpan 12 bola tanah liat di dashboard. “Kalau macet di Sudirman, aku remas satu. Penumpang bilang saya lebih ramah sekarang.”

Mulai dari satu bola. Dua minggu lagi, bantal tak lagi basah air mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *